SwaraWarta.co.id – Kisruh antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat, dengan Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan gentar menghadapi ancaman dari AS.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di Timur Tengah, serta ancaman sanksi ekonomi yang lebih ketat.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah berulang kali menyatakan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dan akan membalas setiap agresi.
“Kami tidak akan pernah bernegosiasi mengenai rudal kami atau kemampuan Front Perlawanan,” tegas Khamenei dalam pidatonya baru-baru ini.
Ia juga menekankan bahwa Iran menginginkan hubungan damai dengan negara-negara tetangganya, tetapi tidak akan ragu untuk membela diri jika diserang.
Pernyataan Khamenei ini diperkuat oleh komandan tinggi militer Iran, yang menegaskan kesiapan Iran untuk menghadapi segala kemungkinan.
“Kami memiliki kemampuan untuk menyerang semua pangkalan musuh, di mana pun mereka berada,” ujar seorang komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
AS, di sisi lain, terus meningkatkan tekanan pada Iran. Presiden AS, Donald Trump, telah mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi yang lebih keras pada Iran jika negara itu tidak menghentikan program nuklirnya dan menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan di kawasan itu.
AS juga telah meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, dengan mengirimkan kapal induk dan pasukan tambahan ke kawasan itu.
Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mencegah Iran dari melakukan tindakan agresif.
Meskipun ketegangan terus meningkat, kedua belah pihak tampaknya tidak menginginkan perang. Namun, risiko konflik tetap ada, dan situasi di Timur Tengah tetap sangat tegang.