Tiga Metode Skrining untuk Deteksi Dini Kanker Usus Besar: Mana yang Terbaik?

- Redaksi

Thursday, 27 February 2025 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kanker usus (Dok. Ist)

Ilustrasi kanker usus (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Deteksi dini kanker usus besar sangat penting untuk menurunkan risiko penyakit ini. Ada tiga metode skrining yang umum digunakan, yaitu kolonoskopi, tes berbasis tinja, dan tes darah.

Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga penting untuk memilih yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

1. Kolonoskopi: Metode Paling Akurat

Kolonoskopi dianggap sebagai metode skrining terbaik karena memungkinkan dokter untuk langsung mengangkat polip yang berpotensi menjadi kanker.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan tabung kecil dengan kamera melalui anus untuk memeriksa usus besar. Jika ditemukan polip atau pertumbuhan abnormal, dokter bisa segera mengangkatnya.

Baca Juga :  Apa Manfaat yang Dirasakan Ketika Batik Semakin Dikenal? Temukan Jawabannya!

Namun, kolonoskopi memiliki beberapa kekurangan. Pasien harus melakukan persiapan khusus dengan membersihkan usus sebelum prosedur, yang bisa terasa tidak nyaman.

Selain itu, prosedur ini memerlukan obat penenang, sehingga pasien mungkin perlu beristirahat seharian setelahnya.

Kolonoskopi juga tergolong mahal, tetapi biasanya ditanggung oleh asuransi kesehatan, terutama bagi mereka yang berusia 45 tahun ke atas.

2. Tes Berbasis Tinja: Alternatif yang Bisa Dilakukan di Rumah

Bagi yang ingin melakukan pemeriksaan tanpa harus menjalani kolonoskopi, ada tes berbasis tinja yang bisa dilakukan di rumah. Tiga jenis tes yang umum digunakan adalah:

Tes DNA tinja (Cologuard): Mendeteksi perubahan DNA dalam tinja yang berhubungan dengan polip atau kanker.

Baca Juga :  Sony RX: Inovasi dan Kinerja Tinggi dalam Ukuran Kecil

Tes kekebalan tinja (FIT): Mendeteksi adanya darah tersembunyi dalam tinja yang bisa menjadi tanda kanker.

Tes darah okultisme tinja guaiac (FOBT): Mirip dengan FIT, tetapi menggunakan metode berbeda untuk mendeteksi darah dalam tinja.

Jika hasil tes tinja menunjukkan adanya kelainan, pasien harus menjalani kolonoskopi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, tes ini tidak 100% akurat dan bisa melewatkan beberapa polip. Oleh karena itu, tes ini harus diulang setiap 1–3 tahun.

3. Tes Darah: Pilihan Noninvasif yang Mudah Dilakukan

Metode lain untuk mendeteksi kanker usus besar adalah melalui tes darah yang dilakukan di klinik atau dokter umum. Tes ini lebih praktis karena tidak memerlukan persiapan khusus seperti kolonoskopi atau pengambilan sampel tinja.

Baca Juga :  Manfaat Burung: Pengendali Hama dan Penjaga Ekosistem Rumah

Meskipun tes darah lebih nyaman, tingkat akurasinya lebih rendah dibandingkan metode lain. Tes ini hanya mampu mendeteksi sekitar 12–13% polip stadium lanjut. Jika hasilnya positif, pasien tetap perlu menjalani kolonoskopi untuk memastikan diagnosis.

Berita Terkait

Hukum Mencicipi Masakan untuk Disuguhkan Saat Berbuka Puasa Ramadhan
Hikmah Dilarangnya Mendahului Berpuasa Ramadhan
Minuman Penenang: 5 Pilihan untuk Mengurangi Stres dan Kecemasan
Menu Buka Puasa Sederhana yang Cocok untuk Mode Hemat
Hati-Hati! 6 Makanan dan Minuman Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Durian, Bisa Berakibat Fatal
Tradisi Kuda Menari di Sumenep: Cara Unik Santri Sambut Ramadan
Tata Ziarah Kubur yang Benar Sesuai Syariat: Panduan Lengkap
5 Cara Membayar Fidyah yang Dianjurkan dalam Islam

Berita Terkait

Thursday, 27 February 2025 - 13:18 WIB

Hukum Mencicipi Masakan untuk Disuguhkan Saat Berbuka Puasa Ramadhan

Thursday, 27 February 2025 - 11:10 WIB

Hikmah Dilarangnya Mendahului Berpuasa Ramadhan

Thursday, 27 February 2025 - 08:51 WIB

Tiga Metode Skrining untuk Deteksi Dini Kanker Usus Besar: Mana yang Terbaik?

Wednesday, 26 February 2025 - 09:20 WIB

Minuman Penenang: 5 Pilihan untuk Mengurangi Stres dan Kecemasan

Monday, 24 February 2025 - 09:21 WIB

Menu Buka Puasa Sederhana yang Cocok untuk Mode Hemat

Berita Terbaru