Tragedi Kekerasan di Lingkungan Sekolah: Kasus Penganiayaan Siswa SMA di Jakarta Selatan

- Redaksi

Wednesday, 11 December 2024 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Disebutkan bahwa Polres Metro Jakarta Selatan kini tengah mendalami dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan seorang siswa SMA Negeri di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kejadian ini mencuat setelah seorang siswa kelas satu berinisial ABF dilaporkan menjadi korban kekerasan oleh seorang siswa senior berinisial F, yang duduk di kelas tiga.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, mengungkapkan bahwa laporan terkait insiden tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian.

Ia menjelaskan bahwa keluarga ABF melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu, 4 Desember 2024. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/3769/XII/2024/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.

Penyidik disebut masih akan meminta keterangan lebih rinci dari ABF untuk memperjelas kronologi kejadian.

Baca Juga :  Masih Dalam Kondisi Sakit, Pak Tarno Putuskan Pulang ke Rumah Istri Tua

Namun, jadwal pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban belum dapat dipastikan. AKP Nurma Dewi menambahkan bahwa pihaknya fokus untuk mendalami laporan dan memastikan semua fakta terkait kasus ini.

Berdasarkan laporan yang diterima, insiden tersebut terjadi pada Kamis, 28 November 2024.

Kejadian bermula saat ABF dipanggil oleh salah seorang teman seangkatannya untuk datang ke toilet di lantai dua sekolah.

Setibanya di lokasi, tangan ABF ditarik oleh F, siswa senior yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Di dalam toilet, ABF dan F terlibat perselisihan yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan.

F yang diduga emosi, memukul tubuh ABF hingga membuat korban terjatuh.

Tidak berhenti di situ, ABF kembali mengalami kekerasan fisik dari beberapa teman F yang sudah berada di sekitar toilet.

Baca Juga :  Kesal Masa Jabatannya dicopot Sekdes Sulteng Ini Segel Kantor

Selain kekerasan fisik, korban juga kehilangan sepatu dan telepon genggamnya yang diambil oleh para pelaku.

Akibat insiden tersebut, ABF mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuhnya.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan.

Penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi korban.

Sementara itu, keluarga ABF berharap agar kasus ini segera mendapatkan penanganan yang serius.

Mereka juga meminta agar pihak sekolah lebih memperketat pengawasan demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi seluruh siswa.

Kekerasan di lingkungan pendidikan tidak hanya merugikan korban secara fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan emosional mereka.

Baca Juga :  Tragedi di Selat Bali: Perempuan Lompat dari Kapal Feri, Tinggalkan Anak Autis di Mobil

Pihak sekolah, keluarga, dan pemerintah diharapkan dapat bekerja sama untuk membangun budaya anti-kekerasan di kalangan pelajar.

Edukasi mengenai penyelesaian konflik secara damai, pendampingan psikologis, serta penegakan aturan yang tegas terhadap pelaku kekerasan harus menjadi prioritas.

Kasus penganiayaan terhadap ABF menjadi peringatan penting bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan siswa di lingkungan sekolah.

Proses hukum yang tegas dan transparan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban serta menjadi pelajaran bagi pelaku dan lingkungan sekolah secara keseluruhan.***

Berita Terkait

SIM Mati Apakah Bisa Diperpanjang 2025? Simak Begini Penjelasannya dengan Lengkap!
Dikenal dengan Kritik Tajam tapi Mendadak Bungkam, Najwa Shihab Akhirnya Angkat Bicara: Saya Masih Tetap Jurnalis
Bulog Mojokerto Terus Serap Gabah Petani, Meskipun Libur Lebaran, Capai 16.000 Ton
Sopir Angkot Puncak Bogor Masih Beroperasi, Ini Alasannya
Keluarga Vadel Badjideh Cabut Kuasa Hukum dan Ajukan Perdamaian
Israel Bakal Perluas Wilayah Kekuasaan, Hamas Siap Berikan Perlawanan
Kecelakaan Mudik 2025 Masih di Atas 1.000 Kasus, DPR Minta Langkah Serius
Atalia Praratya Enggan Ikut Campur dalam Isu Dugaan Perselingkuhan Ridwan Kamil

Berita Terkait

Thursday, 3 April 2025 - 21:30 WIB

SIM Mati Apakah Bisa Diperpanjang 2025? Simak Begini Penjelasannya dengan Lengkap!

Thursday, 3 April 2025 - 09:35 WIB

Bulog Mojokerto Terus Serap Gabah Petani, Meskipun Libur Lebaran, Capai 16.000 Ton

Thursday, 3 April 2025 - 09:33 WIB

Sopir Angkot Puncak Bogor Masih Beroperasi, Ini Alasannya

Thursday, 3 April 2025 - 09:26 WIB

Keluarga Vadel Badjideh Cabut Kuasa Hukum dan Ajukan Perdamaian

Thursday, 3 April 2025 - 09:26 WIB

Israel Bakal Perluas Wilayah Kekuasaan, Hamas Siap Berikan Perlawanan

Berita Terbaru

Keutamaan Puasa Syawal

Lifestyle

7 Keutamaan Puasa Syawal: Amalan Sunnah yang Penuh Berkah

Thursday, 3 Apr 2025 - 21:02 WIB

Cara Cek Nomor byU dengan Mudah

Teknologi

5 Cara Cek Nomor byU dengan Mudah, Berikut ini Langkah-langkahnya

Thursday, 3 Apr 2025 - 20:33 WIB

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini pada Pria dengan Efektif

Lifestyle

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini pada Pria dengan Efektif

Thursday, 3 Apr 2025 - 20:24 WIB

Cara Membuat CV Online Secara Gratis

Teknologi

Cara Membuat CV Online Secara Gratis untuk Kesuksesan Karier Anda

Thursday, 3 Apr 2025 - 16:26 WIB