Cara terapi anak autis (Dok. Ist) |
SwaraWarta.co.id – Gangguan spektrum autis termasuk autisme dan sindrom Asperger sangat umum terjadi di seluruh dunia, terutama pada anak-anak.
Autism adalah jenis gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan komunikasi dan interaksi orang yang memiliki gangguan tersebut. Anak-anak dengan autisme juga mungkin mengalami masalah perilaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut data World Health Organization, satu dari 160 anak di dunia menderita autisme. Ini artinya, orang tua dan masyarakat perlu meningkatkan kesadaran mereka tentang gangguan ini.
Baca Juga:
7 Tips Memilih Susu Formula untuk Anak 1 Tahun, Bunda jangan Sampai Salah Pilih
Hal ini adalah tujuan didirikannya Hari Peduli Autism Sedunia pada tanggal 2 April setiap tahun.
Peringatan ini diharapkan bisa memberikan edukasi orang tentang autism, dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan penyakit ini.
Apakah Autisme Bisa Sembuh?
Autisme tidak memiliki obat yang spesifik, namun, terapi yang tepat dan konsisten bisa membantu anak-anak dengan autisme untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kunci dari semua jenis terapi untuk autisme adalah melatih kesabaran.
Terapi Autisme yang Benar
Di antara banyak jenis terapi yang mungkin dapat diberikan, terapi mandiri yang bisa dilakukan sendiri di rumah bisa sangat efektif. Ini termasuk melatih tanggung jawab dan kemandirian, melatih konsentrasi, meningkatkan kemampuan berpikir, melatih artikulasi.
Selain itu, cara terapi Autisme yaitu memperkaya kosakata, merangsang anak dengan berbagai bentuk, tekstur, bau, dan rasa, serta mengenalkan anak dengan dunia luar.
Baca Juga:
Ciri-ciri Balita yang Mau Punya Adek, Bunda Wajib Paham!
Sebenarnya, metode terbaik dari terapi untuk autisme tergantung pada tingkat keparahan kondisi, perkembangan fisik dan mental anak, serta tujuan terapi yang akan dicapai.
Oleh karena itu, sebaiknya sebelum memberikan terapi mandiri, orang tua juga mari berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau terapis klinis. Mereka akan membantu mendesain terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak tersebut.
Namun, memang, terapi mandiri juga dapat sangat membantu dalam banyak kasus autisme.
Dalam rangka mencapai hasil yang optimal, orang tua atau pengasuh anak dapat memberikan terapi yang sudah direncanakan secara konsisten dan juga berkonsultasi dengan dokter atau terapis secara berkala untuk memastikan program berjalan efektif.
Jadi, dengan memberikan jenis terapi yang tepat, kesabaran, konsistensi, dan dukungan yang cukup, anak dengan autisme tetap bisa hidup dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari secara lebih mandiri dan merdeka.
Bagaimana cara memilih jenis terapi yang tepat?
Cara terapi anak autis (Dok. Ist) |
Memilih jenis terapi yang tepat sangat penting untuk membantu anak dengan autisme dalam pengembangan kemampuan mereka.
Namun, mencari tahu jenis terapi yang sesuai bisa menjadi tantangan bagi orang tua, karena setiap anak dengan autisme memiliki kebutuhan yang berbeda dan berbagai faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih terapi.
Baca Juga:
Cara Mengatasi Anak Nakal Tanpa Kekerasan, dijamin Berhasil
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis terapi yang tepat untuk anak dengan autisme:
Konsultasikan dengan dokter atau terapis klinis Dokter atau terapis klinis yang sudah berpengalaman dalam menangani autisme dapat membantu dalam menentukan jenis terapi yang tepat untuk anak anda.
Mereka bisa menganalisis perkembangan anak anda, serta dapat memberikan rekomendasi terapi yang cocok untuk kemampuan mereka.
Pilih terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak anda. Beberapa jenis terapi yang bisa diberikan untuk anak dengan autisme antara lain terapi perilaku, terapi okupasi, terapi bicara, terapi psikologis, dan terapi fisik.
Tidak semua jenis terapi cocok untuk setiap anak, jadi pastikan untuk memilih terapi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak anda.
Baca Juga:
5 Cara Mengatasi Anak GTM, Nomor 2 Cukup Ampuh
Dalam memilih jenis terapi yang tepat untuk anak dengan autisme, orang tua harus mempertimbangkan semua faktor yang terkait dengan kondisi kesehatan anak mereka.
Tetap berkomunikasi terbuka dengan dokter atau terapis klinis, dan selalu melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa terapi yang diberikan sedang membantu anak anda untuk tumbuh dan berkembang secara positif.