SwaraWarta.co.id – Memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) kepada anak, keponakan, atau keluarga lainnya sudah menjadi tradisi setiap Idul Fitri.
Kini, karena media sosial begitu populer, cara membagikan THR pun jadi makin beragam dan kreatif. Tahun ini, tren yang viral adalah membagikan THR sambil joget-joget
Banyak pengguna media sosial ikut-ikutan tren ini. Video joget sambil bagi-bagi THR pun ramai muncul di halaman utama berbagai platform, seperti TikTok atau Instagram.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ada yang memperhatikan bahwa gerakan tarian ini mirip dengan tarian yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi.
Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pria berpakaian khas Yahudi dan menari dengan gerakan yang mirip pun ikut viral.
Hal ini memicu perdebatan di kalangan warganet. Banyak yang bertanya-tanya, apakah benar tren joget THR ini meniru tarian Yahudi
Menanggapi tren tersebut, pendakwah Ustadz Abu Bakar Al Akhdhory mengingatkan umat Muslim agar tidak asal ikut-ikutan tren di media sosial. Ia menilai bahwa joget sambil bagi THR tidak sesuai dengan ajaran Islam.
“Joget-joget untuk THR ternyata tarian yang biasa dilakukan Yahoodi! (Kalaupun bukan khas mereka, namun musik dan joget-jogetnya tetap mungkar),” tulisnya dikutip dari Instagram @abubakar_alakhdhory, Jumat (4/4/2025).
Menurutnya, membagikan THR itu boleh dan merupakan perbuatan baik. Namun, cara menyampaikannya jangan sampai tercampur dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat, seperti joget berlebihan atau musik-musik yang tidak pantas.
Ustadz Abu Bakar juga menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang mudah ikut-ikutan sesuatu yang sedang viral, tanpa mencari tahu asal-usulnya terlebih dulu.
“Kalau viralnya untuk hal baik tidak masalah. Tapi kalau seperti ini? Joget Velocity, joget THR, dan sebagainya. Saya sampaikan ini bukan karena merasa lebih baik, tapi karena ingin mengingatkan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf jika ada yang tersinggung, terutama para pembuat konten. Menurutnya, dakwah memang terkadang terasa ‘menyinggung’, tetapi tujuannya untuk kebaikan.
Sementara itu, jurnalis Iqbal Himawan melalui akun Instagram @iqbalhimawan_ menjelaskan bahwa video tarian pria berpakaian khas Yahudi yang viral di media sosial ternyata berasal dari tahun 2014.
Video tersebut diambil saat acara pernikahan di Israel dan menampilkan tarian khas pria Chassidic, yakni penganut ajaran Hasid dalam Yudaisme Ortodoks.
Tarian ini dilakukan dalam formasi baris yang disebut “Honga”, namun gerakannya mirip tarian “Bunny Hop” dari Amerika Serikat, yang berasal dari tahun 1952.
Selain itu, ada pula versi lain yang menyebut bahwa tarian serupa berasal dari Finlandia, disebut Jenkka, dan mirip dengan tarian rakyat dari Romania dan Albania. Tarian ini menggunakan pola baris-baris yang menari secara serempak.
Iqbal juga menambahkan bahwa pria Yahudi yang taat sebenarnya tidak terlalu menekuni tarian karena mereka lebih mengutamakan belajar agama.