SwaraWarta.co.id – Ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo sempat ditutup total selama 1,5 jam akibat pohon tumbang.
Hal ini menyebabkan kemacetan panjang di kedua arah. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 4.30 WIB di Kilometer 17+500, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan bahwa pohon yang tumbang adalah jenis Sengon Buto, dengan panjang sekitar 20 meter dan diameter sekitar 2 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lokasinya di perbatasan antara Trenggalek dengan Ponorogo. Pohon yang tumbang ini Sengon Buto ukuran sekitar 20 meter, diameter sekitar 2 meter,” kata Triadi, Rabu (2/4/2025).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, bersama polisi, TNI, dan instansi terkait lainnya, segera menuju lokasi untuk mengevakuasi pohon yang tumbang. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 1,5 jam. Beruntung, kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa.
“Untuk membuka akses jalan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Kami bersyukur kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban,” ujarnya.
Pada pukul 6.10 WIB, akses jalan mulai dibuka dan dilakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup, sementara proses evakuasi selesai.
Kini, jalan nasional Trenggalek-Ponorogo sudah kembali lancar, dan kemacetan yang terjadi di kedua arah sudah terurai.
“Untuk saat ini, jalan nasional Trenggalek-Ponorogo sudah kembali lancar. Kemacetan panjang yang terjadi di kedua arah sudah terurai,” imbuhnya.
Triadi juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut. Selain rawan pohon tumbang, jalur ini juga rawan tanah longsor.