Ledakan di Mojokerto: Temuan Polisi dan Fakta Lengkap Penyebab Insiden Tragis

- Redaksi

Wednesday, 15 January 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Dari insiden mengejutkan kemarin, polisi akhirnya berhasil mengungkap penyebab ledakan yang terjadi di sebuah rumah di Dusun/Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Senin (13/1/2025).

Berdasarkan hasil investigasi mendalam oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, ditemukan tiga jenis bahan peledak yang menjadi penyebab utama ledakan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan yang dirilis di Mapolres Mojokerto pada Selasa (14/1/2025), Kepala Sub Bidang Balmet Labfor Polda Jatim, AKBP Agus Santosa, menjelaskan bahwa bahan-bahan peledak yang ditemukan terdiri atas sulfur, oksidator, dan klorat.

Ketiga bahan ini diketahui biasa digunakan dalam pembuatan kembang api.

Agus mengungkapkan bahwa tim forensik menemukan residu bahan peledak di sekitar kamar depan, tepatnya di kamar milik penghuni rumah bernama Maryudi.

Pada pintu masuk kamar tersebut, hasil swab menunjukkan adanya kandungan oksidator dan klorat.

Bahan-bahan ini, menurut Agus, merupakan komponen utama dalam pembuatan kembang api jenis “sreng dor,” yang dikenal sangat sensitif terhadap berbagai pemicu.

Berdasarkan penjelasan tim forensik, bahan peledak yang ditemukan memiliki tingkat sensitivitas rendah (low explosive), tetapi sangat mudah bereaksi terhadap panas, gesekan, benturan, atau getaran.

Baca Juga :  Anies Baswedan Sebut Prabowo Tak Tahan dalam Oposisi, Wakil Sekretaris TKN Buka Suara

Agus menegaskan bahwa klorat, salah satu bahan yang ditemukan, adalah jenis bahan peledak yang rentan terhadap kondisi tersebut, sehingga berpotensi besar menjadi penyebab utama ledakan.

Selain residu bahan peledak, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain dari lokasi kejadian.

Barang-barang tersebut meliputi telepon genggam, berbagai komponen alat elektronik, selongsong bekas kembang api, mesin cuci yang hancur akibat ledakan, dan tabung gas LPG.

Menurut Agus, tim forensik masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan sumber panas yang memicu ledakan.

Barang bukti yang telah diamankan akan diteliti kembali di laboratorium forensik untuk mendapatkan informasi lebih rinci.

Ledakan yang terjadi pada Senin pagi tersebut menimbulkan dampak yang sangat tragis.

Dua orang penghuni rumah, yakni seorang ibu berusia 40 tahun dan anaknya yang masih berusia 3 tahun, menjadi korban jiwa dalam insiden ini.

Ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan parah pada bagian rumah, termasuk kamar depan tempat bahan peledak ditemukan.

Baca Juga :  Diduga Rem Blong, Avanza Terjun ke Jurang di Mojokerto

Berdasarkan temuan awal, diduga kuat bahwa bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian adalah penyebab utama ledakan.

Sensitivitas tinggi bahan-bahan tersebut terhadap panas atau benturan kemungkinan besar memicu reaksi eksplosif yang merenggut nyawa penghuni rumah.

Agus menambahkan bahwa tim forensik akan terus melakukan investigasi untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi sumber panas atau pemicu utama ledakan.

Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan jawaban yang lebih jelas terkait kronologi kejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya menyimpan atau menggunakan bahan-bahan peledak tanpa pengawasan yang tepat.

Bahan seperti klorat dan oksidator, meskipun sering digunakan dalam pembuatan kembang api, memerlukan penanganan yang sangat hati-hati.

Kesalahan kecil, seperti paparan panas atau benturan, dapat berakibat fatal.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas yang melibatkan bahan peledak tanpa izin.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak menyimpan bahan berbahaya di rumah, terutama jika tidak memiliki pengetahuan tentang cara penanganannya.

Hingga kini, penyelidikan terkait insiden ini masih terus berlangsung.

Baca Juga :  Ibu dan Anak Tewas, Rumah Runtuh, Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Besar di Mojokerto

Polisi bekerja sama dengan tim forensik untuk memastikan semua fakta terkait kejadian terungkap.

Barang bukti yang telah dikumpulkan akan menjadi dasar untuk mengidentifikasi penyebab pasti ledakan dan mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Selain itu, pihak berwenang juga berencana melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bahan peledak dan pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku.

Diharapkan, langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko yang terkait dengan penggunaan bahan-bahan berbahaya.

Ledakan di Mojokerto yang menewaskan dua orang ini menunjukkan betapa bahayanya bahan peledak jika tidak ditangani dengan benar.

Temuan residu bahan peledak seperti sulfur, oksidator, dan klorat menegaskan bahwa bahan-bahan tersebut memiliki potensi besar untuk menyebabkan kerusakan dan kehilangan nyawa.

Polisi dan tim forensik terus bekerja untuk mengungkap detail lebih lanjut terkait insiden ini.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi peraturan tentang penyimpanan bahan berbahaya.

Tragedi ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya keselamatan dan tanggung jawab dalam menangani bahan yang berpotensi berbahaya.***

Berita Terkait

SIM Mati Apakah Bisa Diperpanjang 2025? Simak Begini Penjelasannya dengan Lengkap!
Dikenal dengan Kritik Tajam tapi Mendadak Bungkam, Najwa Shihab Akhirnya Angkat Bicara: Saya Masih Tetap Jurnalis
Bulog Mojokerto Terus Serap Gabah Petani, Meskipun Libur Lebaran, Capai 16.000 Ton
Sopir Angkot Puncak Bogor Masih Beroperasi, Ini Alasannya
Keluarga Vadel Badjideh Cabut Kuasa Hukum dan Ajukan Perdamaian
Israel Bakal Perluas Wilayah Kekuasaan, Hamas Siap Berikan Perlawanan
Kecelakaan Mudik 2025 Masih di Atas 1.000 Kasus, DPR Minta Langkah Serius
Atalia Praratya Enggan Ikut Campur dalam Isu Dugaan Perselingkuhan Ridwan Kamil

Berita Terkait

Thursday, 3 April 2025 - 21:30 WIB

SIM Mati Apakah Bisa Diperpanjang 2025? Simak Begini Penjelasannya dengan Lengkap!

Thursday, 3 April 2025 - 09:35 WIB

Bulog Mojokerto Terus Serap Gabah Petani, Meskipun Libur Lebaran, Capai 16.000 Ton

Thursday, 3 April 2025 - 09:33 WIB

Sopir Angkot Puncak Bogor Masih Beroperasi, Ini Alasannya

Thursday, 3 April 2025 - 09:26 WIB

Keluarga Vadel Badjideh Cabut Kuasa Hukum dan Ajukan Perdamaian

Thursday, 3 April 2025 - 09:26 WIB

Israel Bakal Perluas Wilayah Kekuasaan, Hamas Siap Berikan Perlawanan

Berita Terbaru

Keutamaan Puasa Syawal

Lifestyle

7 Keutamaan Puasa Syawal: Amalan Sunnah yang Penuh Berkah

Thursday, 3 Apr 2025 - 21:02 WIB

Cara Cek Nomor byU dengan Mudah

Teknologi

5 Cara Cek Nomor byU dengan Mudah, Berikut ini Langkah-langkahnya

Thursday, 3 Apr 2025 - 20:33 WIB

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini pada Pria dengan Efektif

Lifestyle

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini pada Pria dengan Efektif

Thursday, 3 Apr 2025 - 20:24 WIB

Cara Membuat CV Online Secara Gratis

Teknologi

Cara Membuat CV Online Secara Gratis untuk Kesuksesan Karier Anda

Thursday, 3 Apr 2025 - 16:26 WIB