Produk Indomie di Australia Banyak yang Ditarik, Indofood Buka Suara

- Redaksi

Saturday, 21 December 2024 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indomie
(Dok. Ist)

Indomie (Dok. Ist)

Swarawarta.co.id – Beberapa produk Indomie yang diproduksi oleh Indofood dilaporkan ditarik dari pasar oleh Food Standards Australia and New Zealand (FSANZ).

Penarikan ini disebabkan karena produk tersebut tidak mencantumkan informasi tentang kandungan alergen dalam daftar komposisinya.

“Dari hasil penelaahan Perseroan, produk mi instan yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut bukan lah produk mi instan yang diekspor secara resmi oleh Perseroan untuk pasar Australia, melainkan parallel import yang dilakukan oleh importir yang bukan merupakan distributor resmi Perseroan, mengingat keterangan yang tertera pada kemasan produk tersebut menggunakan Bahasa Indonesia, bukan Bahasa Inggris,” beber Gideon dalam keterangan pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Sabtu (21/12/2024).

Menanggapi hal ini, PT Indofood CBP Sukses Makmur melalui Corporate Secretary-nya, Gideon A.

Putro, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa produk Indomie yang ditarik tersebut sebenarnya merupakan barang yang diimpor oleh pihak importir tidak resmi.

“Berdasarkan hasil penelaahan perseroan, produk-produk di atas hanya ditujukan untuk pasar Indonesia yang sudah mendapat Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM RI dan telah mencantumkan bahan alergen dalam kandungan bahan dengan tulisan yang dicetak tebal sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan BPOM RI No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan,” tulis Gideon

Akibatnya, produk tersebut tidak sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku untuk barang ekspor.

Baca Juga :  PT XL Axiata dan PT Smartfren Telecom Umumkan Merger Strategis Senilai Rp 104 Triliun, Membentuk PT XLSmart Telecom Sejahtera

Menurut informasi dari Indofood CBP, produk yang terkena penarikan di Australia meliputi beberapa varian, yaitu Indomie Mi Goreng Rasa Rendang dengan tanggal kedaluwarsa 3 Mei 2025 dan 23 Desember 2024, Indomie Rasa Ayam Bawang yang kedaluwarsanya pada 28 April 2025 dan 1 April 2025, Indomie Rasa Soto Mie dengan kedaluwarsa 27 April 2025 dan 10 April 2025, serta Indomie Mi Goreng Aceh dengan tanggal kedaluwarsa 25 Desember 2024 dan 3 April 2025.

Gideon menegaskan bahwa produk-produk tersebut sebenarnya hanya ditujukan untuk pasar domestik Indonesia dan tidak dirancang untuk diekspor.

Meski demikian, dalam kemasannya, informasi kandungan alergen sudah dicantumkan dengan jelas menggunakan huruf tebal.

Baca Juga :  Warga Ciputat Temukan Ganja, Diduga Di Buang Pemotor

Sementara produk Indomie yang diekspor secara resmi ke Australia telah memenuhi semua persyaratan setempat, termasuk penggunaan label dalam Bahasa Inggris yang mencantumkan kandungan alergen secara lengkap.

Label ini juga mencantumkan keterangan “Export Product” untuk menunjukkan bahwa produk tersebut memang dirancang untuk pasar internasional.

Gideon memastikan bahwa setiap produk Indomie yang diekspor secara resmi oleh perusahaan ke luar negeri, termasuk Australia, selalu mematuhi peraturan dan standar keamanan pangan yang berlaku di negara tujuan.

Berita Terkait

Libur Lebaran, Telaga Ngebel Diserbu Ribuan Wisatawan
Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor Berkurang, Ternyata Ini Penyebabnya
Tim Patroli Gabungan Amankan Balon Udara Ilegal di Ponorogo
Gubernur Maluku Tinjau Langsung Lokasi Bentrokan di Seram Utara, Imbau Warga Tetap Damai
Kasus Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru: Wakil Komisi I DPR Desak POM TNI Berikan Keterangan Transparan
15 Pekerja Bantuan Palestina Tewas, Bukti Forensik Ungkap Dugaan Eksekusi oleh Israel
Timnas U-17 Indonesia Raih Kemenangan Berharga atas Korea Selatan di Piala Asia U-17 2025
Walid Ahmad: Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel, Dikenal sebagai Pencetak Gol Terbanyak

Berita Terkait

Saturday, 5 April 2025 - 10:04 WIB

Libur Lebaran, Telaga Ngebel Diserbu Ribuan Wisatawan

Saturday, 5 April 2025 - 09:50 WIB

Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor Berkurang, Ternyata Ini Penyebabnya

Saturday, 5 April 2025 - 09:45 WIB

Tim Patroli Gabungan Amankan Balon Udara Ilegal di Ponorogo

Saturday, 5 April 2025 - 09:39 WIB

Kasus Pembunuhan Jurnalis di Banjarbaru: Wakil Komisi I DPR Desak POM TNI Berikan Keterangan Transparan

Saturday, 5 April 2025 - 09:30 WIB

15 Pekerja Bantuan Palestina Tewas, Bukti Forensik Ungkap Dugaan Eksekusi oleh Israel

Berita Terbaru

Berita

Libur Lebaran, Telaga Ngebel Diserbu Ribuan Wisatawan

Saturday, 5 Apr 2025 - 10:04 WIB

Berita

Tim Patroli Gabungan Amankan Balon Udara Ilegal di Ponorogo

Saturday, 5 Apr 2025 - 09:45 WIB