Mengapa Adab di Kalangan Pelajar Mulai Memudar? Begini Penjelasannya!

- Redaksi

Sunday, 10 November 2024 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Adab di Kalangan Pelajar Mulai Memudar

Mengapa Adab di Kalangan Pelajar Mulai Memudar

SwaraWarta.co.idMengapa adab di kalangan pelajar mulai memudar? Adab atau perilaku sopan santun memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Ia bukan hanya sekadar aturan, tetapi nilai yang menunjukkan karakter seseorang.

Namun, belakangan ini semakin banyak orang tua, guru, dan masyarakat yang merasa bahwa adab di kalangan pelajar mulai memudar.

Fenomena ini semakin terlihat dari perilaku sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya? Mengapa adab di kalangan pelajar bisa memudar?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Perkembangan Teknologi dan Akses Internet

Teknologi yang semakin maju tentu memberikan manfaat, namun juga memengaruhi perilaku dan adab pelajar. Akses informasi yang cepat membuat banyak pelajar cenderung terpengaruh oleh konten negatif yang tersebar di internet.

Baca Juga :  Cara Membuat Rangkuman dengan Mudah

Sosial media, misalnya, kerap memuat konten-konten yang tidak pantas atau tidak mendidik.

Tanpa pengawasan yang baik, pelajar bisa dengan mudah meniru perilaku atau bahasa yang kurang sopan dari apa yang mereka lihat secara online.

Konten seperti ini sering kali dianggap “keren” atau “kekinian” oleh pelajar, padahal tidak sejalan dengan nilai adab yang baik.

2. Kurangnya Pendidikan Karakter

Di tengah fokus pada pencapaian akademik, pendidikan karakter sering kali terabaikan. Banyak sekolah lebih menekankan pada pelajaran akademis tanpa mengimbangi dengan pendidikan karakter atau moral. Padahal, pendidikan karakter sangat penting untuk menanamkan adab dan sikap yang baik pada siswa.

Kurikulum yang tidak mengedepankan karakter membuat pelajar kurang paham tentang pentingnya adab, baik terhadap guru, teman, maupun lingkungan. Akibatnya, siswa cenderung mengabaikan sikap hormat dan sopan yang seharusnya menjadi bagian dari interaksi sehari-hari.

Baca Juga :  Logo UNSRI PNG dan Maknanya!

3. Pengaruh Lingkungan dan Teman Sebaya

Lingkungan memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter seorang pelajar. Jika pelajar berada di lingkungan yang kurang memperhatikan etika dan adab, besar kemungkinan mereka akan terpengaruh.

Teman sebaya juga memiliki andil dalam perilaku ini. Pelajar cenderung meniru sikap dan gaya komunikasi teman-teman di sekitarnya, terutama jika mereka ingin diterima dalam kelompok sosial tertentu.

Jika teman-teman dalam kelompok tersebut memiliki perilaku kurang sopan, pelajar mungkin akan ikut-ikutan agar dianggap “cocok” dengan lingkungannya.

4. Peran Orang Tua yang Kurang Maksimal

Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk adab anak. Namun, kesibukan dan rutinitas orang tua sering kali membuat mereka kurang memperhatikan perilaku anak-anak mereka. Komunikasi yang kurang serta waktu kebersamaan yang terbatas membuat orang tua sulit memantau perkembangan adab dan perilaku anak.

Baca Juga :  Lulusan SMA Taruna Nusantara jadi Apa? Ternyata Ini Karir yang Cocok

Dalam beberapa kasus, orang tua bahkan abai terhadap kesopanan anak selama anak memiliki prestasi akademik yang baik, tanpa menyadari bahwa adab adalah bagian penting dari kesuksesan jangka panjang anak.

Memudarnya adab di kalangan pelajar bukanlah hal yang bisa diabaikan. Perlu kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat, untuk mengembalikan nilai-nilai kesopanan ini.

Pendidikan karakter yang baik serta pengawasan dari orang tua dan lingkungan sekitar sangatlah penting agar generasi muda memiliki akhlak yang baik. Dengan begitu, mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki adab yang mulia.

 

Berita Terkait

Apa Itu SPPI Batch 3? Yuk Cari Tahu Disini Penjelasannya!
Jadwal Daftar Ulang SPAN PTKIN 2025: Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa
Adakah Dalil Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan? Berikut ini Penjelasannya!
Apa Itu Tradisi Tepung Tawar? Mengenal Warisan Budaya Melayu yang Penuh Makna
Pencairan KJP Plus Tahap I 2025 Dimulai: Jadwal, Besaran Dana, dan Aturan Penarikan
Apa Itu Tulak Tunggul? Mengenal Tradisi Unik dari Bali yang Penuh Makna
Bagaimana Anda dapat Menggunakan Capcut untuk Meningkatkan Interaksi antara Pembelajar dengan Bahan Ajar Video?
Kapan Umar bin Abdul Aziz Wafat? Mengenang Khalifah yang Adil dan Zuhud

Berita Terkait

Saturday, 29 March 2025 - 09:45 WIB

Apa Itu SPPI Batch 3? Yuk Cari Tahu Disini Penjelasannya!

Friday, 28 March 2025 - 20:34 WIB

Jadwal Daftar Ulang SPAN PTKIN 2025: Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa

Thursday, 27 March 2025 - 16:53 WIB

Adakah Dalil Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan? Berikut ini Penjelasannya!

Wednesday, 26 March 2025 - 15:53 WIB

Apa Itu Tradisi Tepung Tawar? Mengenal Warisan Budaya Melayu yang Penuh Makna

Tuesday, 25 March 2025 - 08:54 WIB

Pencairan KJP Plus Tahap I 2025 Dimulai: Jadwal, Besaran Dana, dan Aturan Penarikan

Berita Terbaru

Thom Haye Sarankan Rizky Ridho Berkarier di Eropa

Olahraga

Thom Haye Sarankan Rizky Ridho Berkarier di Eropa

Sunday, 30 Mar 2025 - 14:47 WIB