Apa Itu Tilawah: Seni Membaca Al-Qur’an dengan Keindahan dan Makna Mendalam

- Redaksi

Monday, 9 September 2024 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tilawah (Dok. Ist)

Ilustrasi tilawah (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Tilawah adalah istilah yang sering digunakan dalam Islam untuk menggambarkan kegiatan membaca Al-Qur’an.

Namun, tilawah tidak sekadar aktivitas membaca secara literal, melainkan mencakup aspek spiritual, intelektual, dan estetika yang lebih mendalam.

Dalam konteks ini, tilawah mengandung arti membaca dengan penuh perhatian, penghayatan, dan pemahaman atas makna yang terkandung dalam setiap ayat yang dibaca.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas ini menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam, karena membaca Al-Qur’an dengan tilawah membawa banyak kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Pengertian Tilawah dalam Islam

Secara etimologis, kata tilawah berasal dari bahasa Arab “تلَا” yang berarti mengikuti atau membaca.

Namun, dalam ajaran Islam, tilawah memiliki makna yang lebih luas. Tilawah merujuk pada pembacaan Al-Qur’an secara tartil, yaitu membaca dengan perlahan, jelas, dan sesuai dengan aturan tajwid.

Baca Juga :  Biaya Sekolah Ciputra Surabaya: Rincian dan Fasilitas yang Ditawarkan

Tartil adalah cara membaca Al-Qur’an yang dianjurkan dalam surah Al-Muzzammil ayat 4: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”

Dalam tilawah, aspek yang paling penting bukan hanya bagaimana cara seseorang melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga bagaimana ia menghayati makna di balik kata-kata suci tersebut.

Tilawah yang baik adalah membaca dengan hati yang tenang, memperhatikan setiap ayat, serta mencoba memahami kandungannya.

Perbedaan Tilawah dengan Qira’ah

Banyak orang yang sering kali bingung membedakan antara tilawah dan qira’ah. Qira’ah adalah istilah yang lebih umum untuk membaca teks apapun, termasuk Al-Qur’an.

Sementara tilawah, khusus dalam konteks Islam, mengacu pada pembacaan Al-Qur’an yang melibatkan aspek spiritual dan artistik.

Qira’ah bisa dilakukan dengan cepat dan tanpa penghayatan yang mendalam, sedangkan tilawah selalu dikaitkan dengan kekhusyukan, ketenangan, dan penjiwaan yang mendalam terhadap apa yang dibaca.

Baca Juga :  Apa Itu Khauf? Pengertian dan Maknanya dalam Islam

 Keindahan dan Keutamaan Tilawah

Tilawah memiliki keindahan tersendiri, karena cara melafalkan Al-Qur’an dengan tartil mengandung keunikan dari segi nada dan irama yang disesuaikan dengan struktur bahasa Arab.

Al-Qur’an sendiri adalah kitab suci yang diturunkan dalam bentuk bahasa Arab dengan keindahan bahasa yang tak tertandingi. Tilawah memungkinkan pembaca untuk merasakan keindahan tersebut.

Menurut Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya.” (HR Muslim).

Ini menunjukkan betapa mulianya tilawah dalam pandangan Islam, karena bukan hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga akan memberikan manfaat yang besar di hari akhir.

Kaitannya dengan Tazkiyah (Penyucian Diri)

Selain aspek estetika, tilawah juga memiliki hubungan yang erat dengan tazkiyah, yaitu proses penyucian jiwa.

Baca Juga :  Peran Biro Pendidikan FEB UI

Dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang berfungsi sebagai petunjuk kehidupan, memperingatkan tentang bahaya dosa, serta mengajak kepada kebaikan. Membaca Al-Qur’an dengan tilawah yang penuh penghayatan dapat membersihkan hati dan pikiran dari hal-hal negatif, mendekatkan diri kepada Allah, serta menumbuhkan ketenangan jiwa.

Para ulama seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyah sering menekankan pentingnya tilawah sebagai bagian dari tazkiyah, karena melalui pembacaan Al-Qur’an yang mendalam, seseorang dapat lebih memahami hakikat kehidupan dan memperkuat keimanan mereka.

Tilawah bukan hanya aktivitas membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebuah seni yang memadukan keindahan lafaz, pemahaman makna, dan kekhusyukan hati.

Melalui tilawah, seseorang tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memperoleh panduan hidup yang sempurna, ketenangan jiwa, serta pahala yang melimpah.

Dengan memahami arti dan esensi tilawah, kita dapat meningkatkan kualitas spiritual dan intelektual dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Apa Itu SPPI Batch 3? Yuk Cari Tahu Disini Penjelasannya!
Jadwal Daftar Ulang SPAN PTKIN 2025: Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa
Adakah Dalil Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan? Berikut ini Penjelasannya!
Apa Itu Tradisi Tepung Tawar? Mengenal Warisan Budaya Melayu yang Penuh Makna
Pencairan KJP Plus Tahap I 2025 Dimulai: Jadwal, Besaran Dana, dan Aturan Penarikan
Apa Itu Tulak Tunggul? Mengenal Tradisi Unik dari Bali yang Penuh Makna
Bagaimana Anda dapat Menggunakan Capcut untuk Meningkatkan Interaksi antara Pembelajar dengan Bahan Ajar Video?
Kapan Umar bin Abdul Aziz Wafat? Mengenang Khalifah yang Adil dan Zuhud

Berita Terkait

Saturday, 29 March 2025 - 09:45 WIB

Apa Itu SPPI Batch 3? Yuk Cari Tahu Disini Penjelasannya!

Friday, 28 March 2025 - 20:34 WIB

Jadwal Daftar Ulang SPAN PTKIN 2025: Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa

Thursday, 27 March 2025 - 16:53 WIB

Adakah Dalil Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan? Berikut ini Penjelasannya!

Wednesday, 26 March 2025 - 15:53 WIB

Apa Itu Tradisi Tepung Tawar? Mengenal Warisan Budaya Melayu yang Penuh Makna

Tuesday, 25 March 2025 - 08:54 WIB

Pencairan KJP Plus Tahap I 2025 Dimulai: Jadwal, Besaran Dana, dan Aturan Penarikan

Berita Terbaru

Thom Haye Sarankan Rizky Ridho Berkarier di Eropa

Olahraga

Thom Haye Sarankan Rizky Ridho Berkarier di Eropa

Sunday, 30 Mar 2025 - 14:47 WIB