Bagaimana Proses Pembuatan Kompos? Yuk Mari Kita Bahas!

- Redaksi

Thursday, 29 August 2024 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Seringkali menjadi pertanyaan bagaimana proses pembuatan kompos dan apa saja yang harus dibutuhkan dalam pembuatan itu.

Membuat pupuk kompos sendiri bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat yang luar biasa bagi tanaman kita.

Kompos kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses pembuatannya pun tidak terlalu sulit, bahkan bisa dilakukan di rumah.

Apa itu Kompos?

Kompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik seperti sisa makanan, daun-daunan, ranting, dan kotoran hewan.

Mikroorganisme seperti bakteri dan jamur akan mengurai bahan-bahan ini menjadi humus yang kaya akan nutrisi.

Bahan-bahan yang Dibutuhkan:

  • Bahan hijau: Sisa makanan (kulit buah, sayuran), rumput, daun-daunan segar. Bahan hijau kaya nitrogen dan membantu mempercepat proses pengomposan.
  • Bahan cokelat: Serbuk gergaji, jerami, daun kering, kardus bekas. Bahan cokelat kaya karbon dan memberikan struktur pada kompos.
  • Air: Untuk menjaga kelembapan kompos.
  • Mikroorganisme: Bisa ditambahkan EM4 atau starter kompos untuk mempercepat proses penguraian.
Baca Juga :  Jelaskan Konsep Kaldor-Hicks Efficiency dalam Ekonomi Mikro? Simak Penjelasannya!

Langkah-langkah Bagaimana Proses Pembuatan Kompos:

  1. Pemilihan Tempat: Pilih tempat yang teduh dan mudah dijangkau.
  2. Pencacahan: Potong-potong bahan organik menjadi bagian yang lebih kecil agar proses penguraian lebih cepat.
  3. Pencampuran: Campurkan bahan hijau dan cokelat dengan perbandingan yang seimbang (sekitar 3:1). Tambahkan air secukupnya hingga campuran terasa lembap seperti perasan spons.
  4. Pembalikan: Lakukan pembalikan secara berkala (sekali seminggu) untuk memberikan oksigen pada mikroorganisme.
  5. Penutupan: Tutup kompos dengan terpal atau jaring untuk menjaga kelembapan dan suhu.
  6. Pemanenan: Kompos siap digunakan setelah sekitar 2-3 bulan. Ciri-ciri kompos yang matang adalah berwarna gelap, berbau tanah, dan tidak ada lagi bahan organik yang terlihat.

Tips Membuat Kompos yang Baik:

  • Perbandingan C:N: Perhatikan perbandingan karbon (C) dan nitrogen (N) pada bahan-bahan yang digunakan. Perbandingan ideal adalah 30:1.
  • Kelembapan: Jaga agar kompos selalu lembap, tetapi jangan terlalu basah.
  • Aerasi: Berikan sirkulasi udara yang cukup dengan cara membalik kompos secara teratur.
  • Suhu: Suhu ideal untuk proses pengomposan adalah sekitar 55-65 derajat Celsius.
Baca Juga :  Bagaimana Keberagaman yang Dimiliki Masyarakat Indonesia? Simak Pembahasannya!

Manfaat Menggunakan Kompos:

  • Meningkatkan kesuburan tanah: Kompos kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
  • Memperbaiki struktur tanah: Kompos membuat tanah menjadi lebih gembur dan mampu menahan air.
  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman: Tanaman yang diberi pupuk kompos akan tumbuh lebih sehat dan kuat.
  • Ramah lingkungan: Mengurangi volume sampah organik dan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Dengan membuat kompos sendiri, kita tidak hanya berkontribusi pada lingkungan yang lebih baik, tetapi juga mendapatkan pupuk organik berkualitas untuk tanaman kita. Selamat mencoba!

 

Berita Terkait

Penguatan Edukasi Lingkungan Desa Pesisir Melalui Inovasi Eco Paving Block Berbasis Limbah Plastik: Sosialisasi Hibah Wujudkan SDG 11 dan SDG 12 di Desa Segorotambak
Cara Daftar Ulang Mandiri UB, Berikut Ini Alur-Alurnya yang Bisa Kamu Ikuti!
Sebutkan Maksimal Tiga Materi Pembelajaran yang Masih Bapak/Ibu Butuhkan, Tetapi Belum Tersedia di Rumah Pendidikan atau Ruang Murid?
Cara Lapor Diri SPMB Jakarta 2026: Panduan Lengkap untuk Calon Siswa
Cara Daftar Ulang SPMB SD dan SMP: Panduan Lengkap dan Syaratnya
Apa itu SKL? Kenalan sama Dokumen Sakti Pengganti Ijazah Sementara
Tips Mudah! Begini Cara Melihat Hasil Seleksi SPMB 2026 dengan Cepat dan Akurat
SPMB SD Jakarta 2026 Kapan Dibuka? Simak Jadwal dan Jalur Pendaftarannya!

Berita Terkait

Friday, 19 June 2026 - 12:54 WIB

Penguatan Edukasi Lingkungan Desa Pesisir Melalui Inovasi Eco Paving Block Berbasis Limbah Plastik: Sosialisasi Hibah Wujudkan SDG 11 dan SDG 12 di Desa Segorotambak

Friday, 19 June 2026 - 11:45 WIB

Cara Daftar Ulang Mandiri UB, Berikut Ini Alur-Alurnya yang Bisa Kamu Ikuti!

Friday, 19 June 2026 - 10:07 WIB

Sebutkan Maksimal Tiga Materi Pembelajaran yang Masih Bapak/Ibu Butuhkan, Tetapi Belum Tersedia di Rumah Pendidikan atau Ruang Murid?

Thursday, 18 June 2026 - 18:43 WIB

Cara Daftar Ulang SPMB SD dan SMP: Panduan Lengkap dan Syaratnya

Tuesday, 16 June 2026 - 10:02 WIB

Apa itu SKL? Kenalan sama Dokumen Sakti Pengganti Ijazah Sementara

Berita Terbaru